Manfaat Rumput Laut

manfaat rumput lautManfaat rumput lautRumput laut adalah salah satu makanan dari alam yang mengandung banyak nutrisi seperti vitamin A, B-6 dan C serta iodin dan serat. Rumput laut banyak ditemukan di dalam lautan di seluruh dunia dan belum ada yang diketahui beracun. Rumput laut sangat enak untuk dimakan dan banyak dikonsumsi di negara-negara Asia seperti Jepang, Cina dan Korea. Spesies yang banyak digunakan sebagai makanan adalah Nori atau Zicai (Porphyra, ganggang merah), Kombu, Kunbu atau Haidai (Laminaria atau Saccharina: ganggang coklat) dan Wakame (Undaria, ganggang coklat).

Nori, yang adalah ganggang merah berubah warna menjadi hitam atau hijau ketika dikeringkan, merupakan jenis rumput laut yang banyak digunakan sebagai makanan kecil. Di negara Jepang, campuran ikan mentah, nasi dan bahan lainnya dibungkus dengan rumput laut yang kita kenal dengan sushi. Sedangkan di negara Korea, rumput laut dimasak sop dan disajikan ketika kita berulang tahun dan kepada wanita yang baru saja melahirkan selama tiga minggu berturut-turut. Dalam industri manufaktur, kemampuannya sebagai bahan pengikat banyak digunakan dalam produk komersil seperti pasta gigi dan jelly. Selain itu rumput laut juga digunakan sebagai pelembut (emolien) dalam kosmetik organik dan produk perawatan kulit dan banyak lagi manfaat rumput laut.

Kandungan kimia pada rumput laut mendekati plasma darah manusia sehingga rumput laut sangat baik dalam membersihkan darah kita. Rumput laut juga mengandung kalsium 10 kali lebih banyak daripada kandungan kalsium pada susu dan 8 kali lebih banyak daripada daging sapi. Banyak rumput laut yang mengandung zat anti inflamasi dan anti bakteri. Khasiat ini telah diketahui sejak ribuan tahun yang lalu dimana orang Romawi menggunakan rumput laut ini untuk mengobati luka terbuka, luka bakar dan ruam pada kulit. Rumput laut juga membantu melindungi tubuh kita dari berbagai toksin atau racun yang berasal dari lingkungan seperti logam berat, polutan dan radiasi dengan cara mengubahnya menjadi garam yang tidak berbahaya sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh dengan mudah.

Manfaat rumput laut lainnya Rumput laut kaya akan klorofil (pigmen warna yang menyebabkan rumput laut berwarna hijau) yang merupakan zat detoksifikasi alami yang kuat. Rumput laut juga berperan dalam menurunkan berat badan dan menghalangi pembentukan selulit.

Kandungan iodin pada rumput laut membantu menstimulasi kelenjar tiroid yang berfungsi dalam menjaga metabolisme tubuh. Selain itu kandungan mineralnya bekerja seperti elektrolit yang memutuskan ikatan kimia yang mengikat sel lemak sehingga zat sisa dalam tubuh dapat dikeluarkan dari tubuh. Ketika membeli rumput laut di supermarket, pilihlah rumput laut kemasan yang memiliki merk yang cukup terkenal. Hal ini disebabkan karena rumput laut dapat menyerap zat-zat dalam air dimana mereka tumbuh. Oleh karena itu pastikanlah bahwa mereka tumbuh dan dikembangbiakan dalam air yang tidak tercemar dan bebas dari bahan kimia yang berbahaya.

www.arisurachman.com

BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG

sapiManajemen pemeliharaan sapi potong meliputi manajemen budidaya ternak sapi potong dari perencanaan lokasi, pemilihan bibit, perkandangan, pakan, pengendalian penyakit dan pencatatan / recording.

A.    Perencanaan Lokasi
1.    Pemilihan lokasi : a). Tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR); b). Letak geografis: temperatur, curah hujan, arah angin, kelembaban, topografi.

2.    Sarana dan Prasarana :

a). Infrastruktur : bangunan, transportasi, komunikasi, listrik; b). Air : memenuhi baku mutu air sehat, dapat diminum oleh manusia dan ternak, tersedia sepanjang tahun.

B.    Pemilihan Bibit
Bakalan (untuk Penggemukan)  : sehat dan tidak cacat, umur 1,5  – 2 tahun, perlu dipertimbangkan ternak kurus namunsehat ( flusing ).Umumnya sapi jantan

Untukpembibitan :
* sapi jantan bibit : sehat, tidak cacat umur 24 – 36 bulan
* sapi betinabibit : sehat, tidakcacatumur 18 – 24 bulan
Jenis sapi yang dipilih :disesuaikan dengan kondisidaerah setempat (klimatologisnya) dan disesuaikan dengan kemampuan petani/peternak.

C.    Perkandangan
Kandang adalah tempat tinggal ternak untuk melakukan proses kegiatan produksi maupun reproduksi sebagian atau seluruh  kehidupannya.
Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5 x 1 m.
Persyaratan Kandang :

– Memenuhi daya tampung ternak
– Lantai kandang tidak licin dan kemiringan 5 – 10%
– Arah kandang menghadap ke timur
– Sirkulasi udara lancar
– Berbahan ekonomis namun tetap menjamin kemudahan pemeliharaan,  pembersihan dan desinfektan kandang
– Bersaluran pembuangan limbah yang lancar
– Bahan dan kontruksi kandang menjamin ternak dari kecelakaan dan kerusakan fisik ternak.

D.    Pakan
Pakan adalah bahan yang dimakan dan dicerna oleh seekor ternak yang mengandung nutrisi / gizi yang penting untuk perawatan tubuh, pertumbuhan, penggemukan, reproduksi ( birahi, konsepsi, kebuntingan ) serta laktasi atau produksi susu. Kebutuhan zat pakan dipengaruhi oleh umur hewan, bobot badan, bangsa dan produksi. Kekurangan zat pakan dapat menyebabkan pertumbuhan (baikpadabadanmaupun reproduksi) terhambat dan penurunan bobot badan.
Pada dasarnya, sumber pakan sapi dapat disediakan dalam bentuk hijauan dan konsentrat. Pakan harus dapat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
Setiap hari sapi memerlukan pakan kira – kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% – 2% dari berat badan. Bahan pakan untuk sapi pada pokoknya bisa digolongkan menjadi dua yaitu :
1)    Pakan hijauan :  rumput( rumput gajah, rumput raja,setariadll) danleguminose (daun turi, daun lamtoro, daungamaldll.)

2)    Pakan konsentrat (dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu ) atau limbah pabrik termasuk limbah hasil perkebunan sawit dan limbah sawit (solid, bungkil sawit maupun serabut sawit).

E.    Pengendalian penyakit
1)    Pencegahan dengan menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya termasuk memandikan sapi.
2)    Peternak rajin mengamati kondisi kesehatan sapi secara teratur.
3)    Apabila sapi sakit, peternak segera lapor kepada petugas kesehatan hewan setempat.
F.    Pencatatan / Recording
Setiap kejadian terhadap ternak dicatat dengan teratur antara lain :
–    Perkawinan
–    Kelahiran
–    Kematian
–    Penyakit

G.    Perkawinan
Sapi dapat dikawinkan secara sempurna pada saat setelah dewasa tubuh (umur :  ) dan dewasa kelamin (umur : ) hal ini dikarenakan agar ternak sudah siap secara fisik (tubuh) dan secara reproduksi (organ reproduksi)
Perkawinan pada ternak sapi dapat dilakukan dengan kawin alam (menggunakan pejantan) dan dapat dilakukan dengan kawin buatan (bantuan manusia) yang biasa disebut Inseminasi Buatan (IB). Namun semua yang terkait dengan perkawinan pada ternak sapi ini semuanya harus diawali dengan proses birahi. Sapi tidak akan mau dikawinkan baik secara alam maupun buatan jika tidak sedang birahi.

arisurachman.comSumber : Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan.