Kredit Rumah

TIPS KREDIT RUMAHHAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM KREDIT RUMAH

Siapa saja pasti ingin memiliki rumah idaman yang nyaman untuk dihuni. Harga properti yang semakin meningkat pesat membuat sebagian orang memupuskan harapannya untuk membeli rumah idaman yang selama ini ia impikan, apalagi secara tunai. Salah satu solusi yang dapat ditempuh untuk dapat memiliki rumah idaman tersebut adalah membelinya secara kredit atau cicilan. Kini banyak developer perumahan yang menawarkan pembelian rumah secara kredit selama 1 atau 2 tahun dengan bunga 0%. Selain itu juga banyak bank yang menawarkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan bunga yang bersaing. Sebelum mengajukan pinjaman kepada bank, kita harus mempertimbangkan dengan baik kemampuan kita dalam membayar cicilan. Perhitungkan berapa besar pendapatan yang kita peroleh dan pengeluaran setiap bulannya. Jika kita tidak mampu membayar cicilan yang telah ditentukan maka pihak bank akan menyita properti tersebut dan melelangnya. Tentunya kita tidak mengharapkan hal ini terjadi. Oleh karena itu jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Dalam membeli rumah secara kredit ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Yang pertama adalah tingkat suku bunga pinjaman yaitu bunga yang dikenakan oleh pihak bank terhadap jumlah uang yang dipinjamkan kepada kita. Biasanya tingkat suku bunga pinjaman ini besarnya berdasarkan kondisi pasar, besarnya uang muka yang dibayarkan dan jangka waktu pinjaman. Jangka waktu pinjaman adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk melunasi pinjaman kepada bank. Jangka waktu pinjaman ini berbeda-beda untuk setiap bank, mulai dari 3 tahun hingga 20 tahun. Semakin singkat jangka waktu pinjaman maka semakin besar cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya, tetapi umumnya bunga pinjamannya juga semakin kecil.
Kredit rumah dengan meminjam uang kepada bank bukanlah hal yang mudah karena bank memiliki syarat dan ketentuan tertentu dalam memberikan pinjaman tersebut. Ketika seseorang mengajukan kredit rumah, pihak bank akan melakukan peninjauan kelayakan untuk menilai apakah orang tersebut berhak mendapatkan pinjaman atau tidak. Ada beberapa faktor yang dievaluasi oleh pihak bank yaitu meliputi penghasilan, hutang, aset dan properti yang ingin dibeli. Pihak bank akan melakukan wawancara untuk mengetahui apakah kita memiliki sumber penghasilan yang kontinu dan stabil untuk membayar cicilan setiap bulannya. Sumber penghasilan ini termasuk pendapatan yang berasal dari pekerjaan utama, pekerjaan sampingan, bonus, komisi serta penghasilan pasif seperti penghasilan dari investasi saham, uang sewa, dan lain-lain. Pihak bank juga akan melihat apakah kita membayar tagihan-tagihan seperti kartu kredit, listrik, telepon, dan lain-lain tepat pada waktunya. Untuk menghindari penilaian yang buruk, sebaiknya kita melunasi segala tagihan yang bermasalah sebelum mengajukan pinjaman. Dana pribadi dalam bentuk rekening tabungan dan deposito serta aset-aset yang kita miliki seperti kendaraan pribadi, emas atau properti lainnya juga memegang peranan penting agar pengajuan pinjaman kita dapat disetujui.

www.arisurachman.com

Gaya Hidup Konsumtif

Gaya Hidup KonsumtifBelanja merupakan cerminan dari gaya hidup seseorang dan sebagai bagian dari rekreasi bagi suatu kalangan sosial tertentu. Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat konsumsi yang tinggi, terutama di kalangan remaja. Kebanyakan orang mudah dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat dan yang menjadi tren saat itu sehingga membuat orang tersebut cenderung menjadi konsumtif. Kata konsumtif menggambarkan secara jelas bagaimana perilaku seseorang dalam menghabiskan uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan. Mereka tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya. Gaya hidup konsumtif tidak hanya identik dengan kaum wanita tetapi juga dapat terjadi pada pria. Umumnya orang-orang konsumtif yang membeli produk bermerk hanya ingin menunjukkan agar eksistensinya dapat diterima dan menjadi bagian dalam komunitas sosial tertentu. Orang seperti ini hanya memperhatikan harga produk daripada kualitas produk yang dibelinya. Semakin mahal harganya, maka keberadaannya semakin dihargai dalam kelompok sosial. Namun ada juga orang yang melakukan gaya hidup konsumtif tanpa ia sadari yang disebut dengan shopaholic.
Perilaku konsumtif ini dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu lingkungan dan iklan. Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan memegang peranan yang penting dalam membangun karakter seseorang. Ketika seseorang hidup dalam komunitas yang konsumptif maka ia akan cenderung mengikuti perilaku orang-orang yang ada disekitarnya. Iklan juga dapat mempengaruhi perilaku konsumtif karena iklan bersifat persuasif atau mempengaruhi pikiran seseorang sehingga orang terbujuk untuk membelinya. Selain itu banyaknya pusat-pusat perbelanjaan serta promosi-promosi yang menggiurkan juga mendorong seseorang untuk berbelanja. Apalagi kini banyak bermunculan toko-toko online shopping sehingga memudahkan kita untuk berbelanja tanpa harus pergi ke toko atau mall. Cukup dengan hanya memilih barang yang ingin kita beli melalui komputer atau handphone maka barang akan diantar langsung ke tempat yang kita inginkan.
Perilaku yang konsumtif dapat menimbulkan masalah yang serius bagi masyarakat. Dalam jangka panjang, orang dengan perilaku buruk ini cenderung tidak dapat mengatur keuangannya sendiri karena terbiasa membuang uang. Kesenjangan sosial antara si kaya dengan si miskin pun akan semakin besar. Gaya hidup yang konsumtif harus diatasi dengan menanamkan nilai moral yang kuat serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam mengatur keuangan. Kita harus dapat membedakan mana yang penting dan yang tidak. Ini dapat dilakukan dengan membuat daftar prioritas barang yang ingin kita beli sebelum pergi berbelanja. Hal tersebut akan menghindarkan kita membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Tetapi yang paling penting adalah adanya pengendalian diri agar tidak mudah terpengaruh dengan gaya hidup konsumtif dari lingkungan yang ada disekitarnya.

http://www.arisurachman.com