Apa itu Kafein?

apa itu kafein.Apa itu Kafein? Siapa yang tidak pernah minum kopi atau menikmati waktu sore dengan menyeduh segelas teh. Aromanya yang begitu harum membuat kita tidak dapat mengelak untuk mencobanya. Minuman tersebut memiliki kandungan utama yaitu kafein. Selain di dalam kopi dan teh, kafein juga ditemukan dalam cokelat, minuman ringan dan obat-obatan tertentu. Kafein pertama kali diisolasi dari kopi pada tahun 1820. Kafein memiliki efek yang bermacam-macam pada metabolisme tubuh, salah satunya menstimulasi sistem saraf pusat, tetapi kafein tidak memberikan efek ketagihan. Kafein bekerja dengan meningkatkan dopamin yang memberikan efek senang dan menghambat reseptor adenosin yang dapat menghilangkan rasa kantuk. Kafein juga terdapat dalam beberapa jenis obat seperti obat penghilang nyeri, obat demam dan obat diet. Obat-obatan ini mengandung kafein dengan kisaran 16 – 200 miligram. Dosis maksimum untuk konsumsi kafein per harinya adalah 300 miligram. Kafein sendiri memiliki kemampuan sebagai penghilang nyeri ringan dan dapat meningkatkan keefektifan dari obat penghilang nyeri lainnya. Kafein juga telah terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot. Dalam hal ini kafein bekerja dengan membantu otot membakar lemak sebagai sumber energi.
Tingkat sensitivitas terhadap kafein pada setiap orangnya berbeda. Beberapa orang dapat minum beberapa gelas kopi atau teh dalam waktu satu jam dan tidak merasakan efek apapun. Namun ada pula orang yang langsung merasakan efeknya setelah minum satu gelas saja. Tubuh kita dapat menyerap kafein dengan cepat yaitu dalam waktu 30 hingga 45 menit, tetapi dikeluarkan dari tubuh dengan cepat pula. Kafein tidak diakumulasi dalam darah dan secara normal diekskresi dalam beberapa jam setelah konsumsi. Kafein dimetabolisme di hati dan sekitar lima hingga tujuh jam kafein dalam tubuh akan dikeluarkan.
Walaupun kafein dapat meningkatkan konsentrasi dan mengurangi stress, namun di sisi lain kafein juga memiliki efek samping. Salah satu efek samping dari konsumsi kafein yang berlebihan adalah insomnia. Namun efek ini juga berbeda pada setiap orang, tergantung metabolisme tubuh dan jumlah kafein yang dikonsumsi. Oleh karena itu disarankan untuk tidak mengkonsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum tidur. Efek samping lain dari kafein yaitu sakit kepala, detak jantung yang tidak normal dan sering buang air kecil. Selain itu pada konsentrasi yang tinggi (lebih dari 744 miligram/hari), kafein dapat meningkatkan ekskresi kalsium dan mangnesium melalui urin. Tetapi hal ini dapat diatasi dengan asupan kalsium yang cukup seperti misalnya menambahkan dua sendok makan susu ke dalam segelas kopi. Wanita yang sedang mengandung dan menyusui juga harus membatasi konsumsi kafein. Hal ini disebabkan karena jumlah kafein yang berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, kesulitan dalam melahirkan, dan melahirkan bayi prematur. Sedangkan pada ibu menyusui, kafein dapat diekskresi melalui air susu dan memberikan efek buruk bagi bayi.
arisurachman.com