Pewarna Rambut

pewarna rambutPewarna rambut pertama kali diciptakan pada tahun 1909 oleh seorang ahli kimia dari Perancis bernama Eugene Schuller, menggunakan zat kimia yang disebut parafenilendiamin. Pewarnaan rambut kini sangat banyak diminati, baik oleh wanita maupun pria. Pewarna rambut merupakan hasil reaksi kimia antara molekul pada rambut, pigmen atau zat warna dan zat kimia yang terdapat pada pewarna rambut seperti peroksida dan amonia.

Pada jaman dahulu, orang-orang mewarnai rambutnya menggunakan tumbuh-tumbuhan dan mineral yang mengandung pigmen seperti misalnya hena atau cuka. Pewarna rambut ada yang bersifat temporer (sementara), semi permanen dan permanen. Pewarna rambut temporer akan hilang begitu rambut dicuci dengan menggunakan shampo karena jenis pewarna rambut ini tidak mengandung amonia. Pewarna rambut temporer tidak menyerap ke dalam lapisan rambut dan hanya melapisi bagian luar saja sehingga warna asli rambut tetap bertahan. Sedangkan pewarna rambut semi permanen akan hilang dengan sendirinya setelah keramas beberapa kali (enam hingga dua belas kali keramas). Pewarna semi permanen hanya mengubah warna rambut menjadi lebih gelap dan tidak dapat memberikan warna rambut yang lebih terang karena sama halnya dengan pewarna rambut temporer, pewarna rambut jenis ini juga tidak mengandung amonia atau peroksida.
Jika anda mengharapkan perubahan warna rambut yang lebih mencolok dan warna rambut bertahan untuk jangka waktu yang lama maka jenis pewarna rambut permanen adalah pilihan yang paling tepat. Pewarna rambut ini bekerja dengan membuka lapisan terluar rambut yang disebut dengan kutikula, sebelum pewarna rambut dapat diserap ke dalam rambut. Begitu lapisan ini terbuka, pewarna bereaksi dengan bagian dalam rambut, korteks, untuk mengganti warna asli rambut. Umumnya pewarna rambut permanen mengalami proses dengan dua tahap (biasanya terjadi secara bersamaan) yaitu pertama menghilangkan warna asli rambut dan memberi warna baru pada rambut. Amonia merupakan zat kimia yang bersifat basa yang berfungsi untuk membuka kutikula pada rambut dan memperkenankan pewarna rambut berpenetrasi ke dalam korteks rambut.

Amonia juga berperan sebagai katalis ketika pewarna rambut bercampur dengan peroksida. Peroksida digunakan sebagai zat oksidator yang berfungsi untuk memutus ikatan kimia pada rambut, melepaskan sulfur yang merupakan ciri khas dari bau pewarna rambut. Begitu melanin pada rambut telah dihilangkan, warna baru yang permanen berikatan dengan korteks rambut. Pewarna rambut juga dapat mengandung alkohol dan kondisioner. Kondisioner ini berfungsi untuk menutup kutikula setelah pewarnaan agar warna rambut yang baru dapat bertahan dan terlindung. Pewarna rambut permanen memiliki efek samping yang buruk bagi rambut yaitu rambut menjadi kering. Untuk mengatasi efek samping ini, gunakan kondisioner setiap kali keramas atau masker rambut sekali atau dua kali seminggu, tergantung pada tingkat kekeringan rambut.

www.arisurachman.com