BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG

sapiManajemen pemeliharaan sapi potong meliputi manajemen budidaya ternak sapi potong dari perencanaan lokasi, pemilihan bibit, perkandangan, pakan, pengendalian penyakit dan pencatatan / recording.

A.    Perencanaan Lokasi
1.    Pemilihan lokasi : a). Tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR); b). Letak geografis: temperatur, curah hujan, arah angin, kelembaban, topografi.

2.    Sarana dan Prasarana :

a). Infrastruktur : bangunan, transportasi, komunikasi, listrik; b). Air : memenuhi baku mutu air sehat, dapat diminum oleh manusia dan ternak, tersedia sepanjang tahun.

B.    Pemilihan Bibit
Bakalan (untuk Penggemukan)  : sehat dan tidak cacat, umur 1,5  – 2 tahun, perlu dipertimbangkan ternak kurus namunsehat ( flusing ).Umumnya sapi jantan

Untukpembibitan :
* sapi jantan bibit : sehat, tidak cacat umur 24 – 36 bulan
* sapi betinabibit : sehat, tidakcacatumur 18 – 24 bulan
Jenis sapi yang dipilih :disesuaikan dengan kondisidaerah setempat (klimatologisnya) dan disesuaikan dengan kemampuan petani/peternak.

C.    Perkandangan
Kandang adalah tempat tinggal ternak untuk melakukan proses kegiatan produksi maupun reproduksi sebagian atau seluruh  kehidupannya.
Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5 x 1 m.
Persyaratan Kandang :

– Memenuhi daya tampung ternak
– Lantai kandang tidak licin dan kemiringan 5 – 10%
– Arah kandang menghadap ke timur
– Sirkulasi udara lancar
– Berbahan ekonomis namun tetap menjamin kemudahan pemeliharaan,  pembersihan dan desinfektan kandang
– Bersaluran pembuangan limbah yang lancar
– Bahan dan kontruksi kandang menjamin ternak dari kecelakaan dan kerusakan fisik ternak.

D.    Pakan
Pakan adalah bahan yang dimakan dan dicerna oleh seekor ternak yang mengandung nutrisi / gizi yang penting untuk perawatan tubuh, pertumbuhan, penggemukan, reproduksi ( birahi, konsepsi, kebuntingan ) serta laktasi atau produksi susu. Kebutuhan zat pakan dipengaruhi oleh umur hewan, bobot badan, bangsa dan produksi. Kekurangan zat pakan dapat menyebabkan pertumbuhan (baikpadabadanmaupun reproduksi) terhambat dan penurunan bobot badan.
Pada dasarnya, sumber pakan sapi dapat disediakan dalam bentuk hijauan dan konsentrat. Pakan harus dapat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
Setiap hari sapi memerlukan pakan kira – kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% – 2% dari berat badan. Bahan pakan untuk sapi pada pokoknya bisa digolongkan menjadi dua yaitu :
1)    Pakan hijauan :  rumput( rumput gajah, rumput raja,setariadll) danleguminose (daun turi, daun lamtoro, daungamaldll.)

2)    Pakan konsentrat (dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu ) atau limbah pabrik termasuk limbah hasil perkebunan sawit dan limbah sawit (solid, bungkil sawit maupun serabut sawit).

E.    Pengendalian penyakit
1)    Pencegahan dengan menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya termasuk memandikan sapi.
2)    Peternak rajin mengamati kondisi kesehatan sapi secara teratur.
3)    Apabila sapi sakit, peternak segera lapor kepada petugas kesehatan hewan setempat.
F.    Pencatatan / Recording
Setiap kejadian terhadap ternak dicatat dengan teratur antara lain :
–    Perkawinan
–    Kelahiran
–    Kematian
–    Penyakit

G.    Perkawinan
Sapi dapat dikawinkan secara sempurna pada saat setelah dewasa tubuh (umur :  ) dan dewasa kelamin (umur : ) hal ini dikarenakan agar ternak sudah siap secara fisik (tubuh) dan secara reproduksi (organ reproduksi)
Perkawinan pada ternak sapi dapat dilakukan dengan kawin alam (menggunakan pejantan) dan dapat dilakukan dengan kawin buatan (bantuan manusia) yang biasa disebut Inseminasi Buatan (IB). Namun semua yang terkait dengan perkawinan pada ternak sapi ini semuanya harus diawali dengan proses birahi. Sapi tidak akan mau dikawinkan baik secara alam maupun buatan jika tidak sedang birahi.

arisurachman.comSumber : Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan.