Kebotakan Pada Pria

Monday, November 4th 2013. | Health & Beauty

Bald man headKebotakan atau dikenal dengan alopesia umunya lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita. Kebotakan pada pria berkaitan dengan genetik dan biasanya diturunkan dari orang tua. Penyebabnya adalah hormon dihidrotestosteron (DHT) yang terdapat pada pria yang berpengaruh terhadap kerentanan folikel rambut yang menyebabkannya mengecil dan akhirnya menghilang. Proses ini disebut dengan “miniaturisasi”.  Kebotakan dapat dimulai pada usia berapa pun. Setiap helai rambut berpangkal pada sebuah lubang kecil di dalam kulit kepala yang disebut dengan folikel. Kebotakan merupakan hal yang umum terjadi ketika folikel rambut mengecil sehingga menyebabkan rambut lebih pendek dan lebih halus. Akibatnya folikel tidak dapat menumbuhkan rambut baru. Tetapi bagaimanapun folikel tersebut tetap hidup sehingga memungkinkan rambut baru untuk tumbuh. Kebotakan pada pria biasanya dimulai dengan rontoknya rambut pada bagian depan rambut dan rambut membentuk pola seperti huruf ”M”. Kemudian rambut menjadi lebih halus, tipis, pendek dan membentuk pola seperti huruf ”U” (atau tapal kuda) dimana rambut hanya berada di sisi kiri dan kanan kepala. Kebotakan ini umumnya permanen dan tidak mengindikasikan adanya penyakit lainnya, tetapi ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang dan menyebabkan kegelisahan. Ada beberapa faktor pemicu kerontokan rambut, diantaranya alergi, toksin, luka, infeksi, obat-obatan tertentu, gagal ginjal kronis, radiasi, kemoterapi. Terkadang, kerontokan rambut juga dapat diakibatkan oleh kelebihan vitamin A, kekurangan zat besi dan malfungsi kelenjar tiroid.
Kebotakan pada pria sebenarnya tidak memerlukan pengobatan. Namun seseorang disarankan untuk segera menghubungi dokter jika rambut mengalami kerontokan secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat, atau disertai dengan gatal-gatal, iritasi kulit, rasa nyeri, atau dimulai setelah meminum obat tertentu. Perawatan untuk mengatasi kebotakan pada pria mencakup pengobatan tertentu untuk merangsang pertumbuhan rambut (seperti minoksidil dan finasterid). Obat-obatan tersebut memperlambat kerontokan rambut dan kadang pada beberapa orang dapat menumbuhkan rambut baru. Tetapi ketika pemberian obat ini dihentikan maka kerontokan rambut dapat terulang kembali. Pengobatan lainnya yaitu dengan suntikan kortikosteroid dan transplantasi rambut. Suntikan kortikosteroid bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh manusia. Kortikosteroid ini disuntikkan beberapa kali di area yang mengalami kebotakan. Suntikan ini dapat menstimulasi pertumbuhan rambut di area tersebut selama sekitar empat minggu. Pengobatan berikutnya yaitu transplantasi rambut yang dilakukan dengan cara mengambil sehelai rambut dari bagian kepala yang rambutnya mengalami pertumbuhan (biasanya bagian belakang dan sisi kepala) dan kemudian menempatkannya di area kepala yang mengalami kebotakan. Prosedur ini biasanya memakan biaya yang cukup mahal tetapi memberikan hasil yang sempurna dan permanen.

Kebotakan Pada Pria
thumbnailby : Ari Surachman

Comments

comments

Related For Kebotakan Pada Pria