Mobil listrik

Sunday, November 3rd 2013. | Techno & Science

payneMobil listrik kini mendapat banyak perhatian di masyarakat khususnya bagi pecinta otomotif. Mobil listrik digerakkan oleh motor listrik dengan daya yang berasal dari baterai yang dapat diisi ulang. Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yaitu memiliki energi yang efisien karena kendaraan listrik mengubah sekitar 59-62% energi listrik untuk menggerakan roda mobil sedangkan mobil dengan bahan bakar bensin mengubah sekitar 17-21% energi yang tersimpan dalam bensin untuk menggerakan mobil. Mobil listrik juga ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara.

Motor listrik tidak berisik dan halus serta memiliki akselerasi yang lebih kuat dan tidak memerlukan perawatan yang banyak. Disamping kelebihan tersebut, mobil listrik juga memiiki kelemahan, diantaranya yaitu mobil listrik hanya dapat menempuh jarak 160 – 320 km sebelum diisi ulang. Selain itu, untuk mengisi ulang baterainya hingga penuh dapat memerlukan waktu 4 hingga 8 jam, bahkan pengisian dengan cepat hingga kapasitas 80% memakan waktu 30 menit. Baterai yang digunakan memiliki harga yang cukup mahal dan memiliki jangka waktu yang pendek, hingga 200 kali pengisian ulang. Baterai juga sangat berat dan berukuran besar sehingga memakan ruang yang cukup besar pada mobil. Setiap mobil listrik yang menggunakan baterai memerlukan sistem pengisian ulang untuk mengisi baterai. Sistem pengisian ulang memiliki dua tujuan yaitu untuk memompa listrik ke dalam baterai dan untuk memonitor baterai dan menghindari kerusakan pada baterai selama pengisian ulang.
Jika dilihat dari tampak luar, mungkin kita tidak mengira bahwa mobil tersebut adalah mobil listrik. Ketika mengendari mobil listrik, satu petunjuk yang membuktikan bahwa kendaraan yang kita naiki adalah mobil listrik adalah mesinnya yang hampir tidak mengeluarkan bunyi sama sekali. Mobil dengan bahan bakar bensin berkaitan dengan saluran untuk mengisi bensin, saluran pembuangan, selang pendingin dan lain-lain, sedangkan mobil listrik hanya berkaitan dengan kabel-kabel. Mesin pada mobil listrik terdiri dari motor listrik, pengendali motor dan baterai. Pengendali akan mengambil tenaga dari baterai dan menghantarkannya ke motor. Pedal gas terhubung dengan potensiometer yang memberikan sinyal untuk memberitahukan pengendali berapa banyak tenaga yang harus dihantarkan.

Pengendali dapat menghantarkan tenaga dalam berbagai tingkatan, misalnya tenaga nol ketika mobil berhenti dan tenaga penuh ketika pengemudi menginjak pedal gas.
Mobil listrik dapat menggunakan motor AC atau DC. Jika menggunakan motor DC, maka suatu mesin dapat berjalan pada 96 hingga 192 volt. Sedangkan motor AC dapat berjalan pada tegangan 240 volt dengan baterai berkekuatan 300 volt. Umumnya motor DC digunakan pada kendaraan pengangkat barang (forklift). Instalasi motor DC cenderung lebih sederhana dan tidak terlalu mahal, tetapi memiliki keterbatasan yaitu jika digunakan berlebihan makan motor akan menjadi terlalu panas dan rusak. http://www.arisurachman.com

Mobil listrik
thumbnailby : Ari Surachman

Comments

comments

Related For Mobil listrik